Cara Budidaya Tanaman Kangkung Cabut atau Darat

Cara Budidaya Tanaman Kangkung Cabut atau Darat
Cara Budidaya Tanaman Kangkung Cabut atau Darat-budidayapetani.com akan berbagi tips sukses Cara menanam kangkung darat yang baik dan benar tentunya sukses. Panduan budidaya Kangkung Yang Benar .Kangkung memiliki nama latin Ipomoea sp. Kangkung adalah tipe tanaman sayuran daun, tergolong ke dalam famili Convolvulaceae. Daun kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan adalah sumber vitamin pro vitamin A.kali ini admin budidayapetani akan berbagi tips lengkap panduan cara menanam tanaman kangkung darat atau kangkung cabut. sebelum kita bahas kita harus tahu dulu jenis jenis type kangkung Ada dua langkah yg tidak sama dalam budidaya tanaman kangkung ini, bergantung dari type tanaman kangkung yg ditanam. Ada 2 type tanaman kangkung yg di kenal menurut perbedaan habitatnya, yaitu :
· Kangkung air (Ipomea aquatica).
Kangkung air ini bisa tumbuh di daerah basah seperti parit, kolam atau genangan sawah. Ciri-cirinya yaitu batangnya semakin besar, berwarna hijau lebih gelap, daunnya lebih lebar serta sedikit keras, lebih lama layu bila dimasak serta mempunyai bunga yg berwarna putih kemerahan.

· Kangkung darat (Ipomea reptans).
Kangkung darat ini cuma dapat tumbuh di tempat kering. Ciri-cirinya yaitu batangnya lebih kecil serta berwarna putih kehijauan, daunnya lebih tidak tebal serta lebih lunak, apabila dimasak lebih cepat layu/masak, serta mempunyai bunga yg berwarna putih bersih.

Kali ini kita akan bahas Budidaya Kangkung Darat

Tehnologi Budidaya

1. Benih
Pembibitan tanaman kangkung darat bisa dikerjakan dengan cara generatif yakni dari biji maupun dengan cara vegetatif dengan stek pucuk batang. Kangkung darat bisa diperbanyak dengan biji. Untuk luasan satu hektar dibutuhkan benihsekitar 10 kg. Varietas yg disarankan yaitu varietas Sutra atau varietas lokal yg sudah menyesuaikan. biasanya saya buddidaya tanaman kangkung mengunakan biji/generatif

2. Persiapan Tempat
Tempat terlebih dulu dicangkul sedalam 20-30 cm agar gembur, kemudian di buat bedengan membujur dari Barat ke Timur supaya memperoleh sinar penuh. Lebar bedengan baiknya yaitu 100 cm, tinggi 30 cm serta panjang sama keadaan tempat. Jarak antar bedengan + 30 cm. Tempat yg asam (pH rendah) kerjakan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomit.
3. Pemupukan
Bedengan diratakan, 3 hari sebelum saat tanam diberikan pupuk kandang,kotoran ayam dengan dosis 20. 000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yg sudah difermentasi) dengan dosis 4 kg/m2. Untuk starter ditambahkan pupuk anorganik 150 kg/ha Urea (15 gr/m2) pada usia 10 hari sesudah tanam. Supaya pemberian pupuk lebih rata, pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik lalu diberikan dengan cara larikan disamping barisan tanaman, bila butuh imbuhkan pupuk cair 3 liter/ha (0, 3 ml/m2) pada usia 1 serta 2 minggu sesudah tanam.

4. Penanaman
Biji kangkung darat ditanam di bedengan yang sudah disiapkan. Buat lubang tanam dengan jarak 15 x 20 cm, setiap lubang tanamkan 3 - 5 biji kangkung. Sistem penanaman dikerjakan dengan cara zigzag atau system garitan (baris).

5. Pemeliharaan
Yang butuh di perhatikan yaitu tersedianya air, apabila tak turun hujan mesti dikerjakan
penyiraman. Hal-hal lain yaitu pengendalian gulma saat tanaman tetap muda serta melindungi tanaman dari serangan hama serta penyakit. penyiramanan dilakaukan 2 hari sekali, dilakukakan pada waktu sore hari

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Hama yg menyerang tanaman kangkung diantaranya ulat grayak (Spodoptera litura F), kutu daun (Myzus persicae Sulz) serta Aphis gossypii. Sedang penyakit diantaranya penyakit karat putih yg dikarenakan oleh Albugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, pakai type pestisida yg aman gampang terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Pemakaian pestisida itu mesti dikerjakan dengan benar baik penentuan type, dosis, volume semprot, langkah penerapan, interval serta saat aplikasinya.

7. Panen
Panen dikerjakan sesudah berusia + 30 hari sesudah tanam, lewat cara mencabut tanaman hingga akarnya atau memotong di bagian pangkal tanaman lebih kurang 2 cm diatas permukaan tanah.
Cara Budidaya Tanaman Kangkung Cabut atau Darat
8. Pasca Panen
Pasca panen terlebih diarahkan untuk melindungi kesegaran kangkung, yakni lewat cara meletakkan kangkung yang baru dipanen ditempat yg teduh atau merendamkan sisi akar dalam air serta pengiriman product secepat-cepatnya.
Demikian postingan dari budidayapetani tentang Cara Budidaya Tanaman Kangkung Cabut atau Darat  lengkap semoga bermanfaat.... salam hijau petani inidonesia

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Budidaya Tanaman Kangkung Cabut atau Darat "

Post a Comment

Terimakasih sudah Berkunjung di Blog www.budidayapetani.com.
Blog yang berisi artikel seputar Pertanian,Peternakan dan Perikanan Jika Anda Menyukai Artikel Ini Silahkan Menshare Melalui Facebook dan Tweeter.
+ Jika ada gambar atau link yang rusak tolong beritahu saya
+ Jika perlu ada penambahan pada artikel silahkan menambahkan pada kolom komentar, nanti saya update artikelnya
+ Jika Ingin Berkomentar Jangan Spam/ Berpromosi
Silahkan Berkunjung Kembali Untuk Mendapatkan Artikel Pertanian Terbaru Lainya