Tutorial Lengkap Cara Menetaskan Telur Dengan Mesin Tetas

Tutorial Lengkap Cara Menetaskan Telur Dengan Mesin Tetas
budidayapetani.com-Cara Menetaskan Telur Unggas Bebek/itik,Ayam,Puyuh Dengan Mesin Tetas- selamat siang para peternak diseluruh indonesia gimana kabarnya.. salam dari kami untuk para peternak ungas ayam,bebek/itik,puyuh dll pada akhir tahun 2015 ini kami akan memberikan panduan lengkap proses menetaskan telur mengunakan mesin tetas.kiat kiat sukses dalam penetasan telur dengan mesin tetas akan kami bahas sampai ke akar akarnya. semogga postingan ini bermanfaat untuk kita semua dalam menetaskan telur mengunakan mesin tetas tentunya. oke langsung saja ke TKP Simak artikel cara menetaskan telur mengunakan mesin tetas dibawah baik baik.

Tutorial Lengkap Cara Menetaskan Telur Mengunakan Mesin Tetas
1.Setelah mesin anda terima dan akan digunakan untuk pertama kali silahkan pasang kaki terlebih dahulu dengan bantuan obeng
2.Tempatkan mesin pada tempat yang aman dan tepat sirkulasi udara yang bagus agar selama proses penetasan berlangsung mesin tidak mengalami perpindahan tempat.usahakan ruangan tenang,agak gelap akan tetapi mempunyai sirkulasi udara yang bagus
3.Periksalah kelengkapan mesin tetas seperti thermostat,thermometer,bak air,dan rak telur apakah dalam kondisi baik dan siap digunakan.
4.Kami menyarankan kepada anda untuk tetap melakuakan fumigasi/pencucihamaan ruangan mesin tetas walaupun mesin ini baru kali pertama anda pakai atau masih baru.
5.Letakan thermometer dan hygrometer kalau tersedia diatas rak dengan posisi yang mudah bagi anda untuk membaca skalanya.
6.Isi nampan/bak air sebanyaksetengah dari volume nampan/bak air dengan air bersih,jika proses menetaskan dilakukan pada musim kemarau. Isi seperemat air jika proses penetasan dilakukan pada musim hujan.lakukan penambahan air apabila jumlah air sudah berkurang minimal 3 hari sekali
7.Setelah semua siap hubungkan mesin dengan aliran listrik stop kontak kemudian tunggu beberapa saat samapi lampu mati.ketika lampu mati lihat suhu yang ditunujukan oleh thermometer kalu suhu belum sesuai dengan yang diinginkan 37-38oC untuk telur bebek/itik,ayam,entok sedangkan untuk puyuh,merpati 35-36oC maka lakukan penyetelan thermostat.
Caranya atur posisi handle sedemikian rupa sehingga terlihat baut thermostat pada lubang kecil diatas mesin tetas.apabila suhu yang ditunjukan oleh thermometer lebih rendah dari suhu yang diinginkan maka putar baut kearah kiri dan sebaliknya
8.Tunggu sampai lampu matikembali dan lihat kembali suhu yang diyunjukan oleh thermometer.kalau suhu sudah sesuai yang dinginkan jangan tergesa gesa memasukan telur kedalam mesin tetas,tunggu 2-3 jam untuk memastikan suhu sudah sesuai yang diinginkan dan panas sudah merata.
9.      Setelah suhu benera benar stabil telur boleh dimasukan kedalam mesin tetas dengan meletakan bagian tumpul telur yaitu rongga udara berada di atas dan lancip berada bagian bawah
Demikian langkah langkah mengunakan mesin tetas sistem rak putar

PERHATIAN
1.      Segera lakukan pengantian apabila ada lampu yang mati
2.     Ganti lampu dengan daya watt yang lebih besar apabila suhu didalam ruangan mesin tetas belum memenuhi biasanya terjadi pada daerah yang bersuhu dingin
3.      Siapkan selalu pemanas darurat bisa mengunakan lampu minyak/lilin
4.      Usahakan mempunyai cadangan thermostat kapsul/switch

Bagian Bagian Alat yang digunakan untuk mesin tetas

Berikut adalah keterangan singkat kegunaan alat dan bagian bagian mesin tetas yang perlu anda ketahui
1.Thermostat adalah alat yang berfungsi untuk mengatur suhu dalam mesin tetas secara otomatis,thermostat terdiri dari kapsul dan switch.
2.Thermometer adalah alat yang berfungsi untuk mengukur kelembaban didalam ruangan mesin tetas
3.Hygrometer adalah alat yang berfungsi untuk mengukur kelembababn didalam ruangan mesin tetas
4.Teropong telur adalah alat yang berfungsi untuk mengidentifikasi telur selama proses penetasan berlangsung telur fertile,telur interfertile,embrio mati,embrio hidup dan lain sebagainya
5.Bak air/nampan adalah alat yang berfungsi untuk penampungan air sebagai sarana untuk memberikan kelembabanyang cukup pada proses penetasan
Bagian Bagian Alat yang digunakan untuk mesin tetas

Langkah langkah persiapan sebelum telur dimasukan kedalam mesin tetas
Telur yang akan dimasukan kedalam mesin tetas semestinya telah mendapatkn perlakuan khusus.secara singkat perlakuan khusus tersebut antara lain
Penyimpanan telur tidak lebih dari 7 hari terhitung sejak telur dikeluarkan dari induknya,telur diletakan pada egg tray khusus penetasan dengan posisi penyimpanan telur bagian tumpul yang terdapat rongga udaranya berada di bagian atas dan bagian lancip berada di bagian bawah, memeriksa kembali apabila ada kulit telur yang retak atau buntas,menjaga kebersihan kulit telur.untuk lebih jelasnya bisa anda baca pada pembasahan seleksi telur tetas

Waktu lama penetasan beberapa jenis ungas
Waktu lama penetasan beberapa jenis ungas

Catatan penting
1. Suhu pada akhir penetasan sebaiknya diturunkan 1-20C
2. Kelembaban dinaikan antar 5-10 persen caranya lakukan penyemprotan mengunakan hand spray dengan semburan yang paling halus atau dengan menambah jumlah volume air dalam bak atau dengan meletakan kain basah disekeliling rak

Peneropngan telur candling
Peneropongan telur berguna untuk mengetahui jumlah telur yang fertile untuk ditetaskan sehinga proses penempatan telur dalam mesin tetas lebih efektif dan efisien.disamping itu penerongan telur berfungsi untuk mengetahui keadaan atau perkembangan embrio selama proses penetasan.setelahtelur dimasukan dalam mesin tetas dan telah berlalu masa kritis pertama  3 hari awal maka dilakukan peneropongan telur pada hari ke 4 atau ke 5.peneropongan sebaiknya dilakukan dirunagan yang gelap atau pada waktu malam hari sehinga bagian telur yang terkena bias cahaya lampu akan terlihat jelas.setelah penerongan dilakukan maka akan dapat dibedakan menjadi

1. Telur fertil/hidup
Telur fertil ditandai dengan adnya serabut serabut urat, ada bintik hitam blastoderm yang ikut bergerak kalau telur kita gerakan rongga udara terlihat jelas dan sangat nampak adanya kehidupan didalam telur
2. Telur interfertil
Telur interfertil ditandai dengan keadaan didalam telur nampak jernih,tidak terdapat serabut-serabut ronga udaranya, dan tidak tampak adanya kehidupan.telur yang inter fertil harus dikelurakan dari ruangan mesin tetas dan masih sangat layak untuk di konsumsi
3.Telur mati embrio
Telur yang mati embrionya ditandai dengan adanya bintiik hitam atau bentuk pelangi warna merah serta tidak menunjukan adanya pergerakan dari kehidupan.telur yang sudah yakin mati embrio didalamnya mati dan dapat langsung dikeluarkan dari mesin tetas.untuk telur telur yang masih meragukan statusnya dibiarkan dulu dengan diberikan tanda khusus.apabila ,masih ada keraguan misalnya perkembangan embrio yang kurang terlihat jelas maka telur tersebut dapat dimasukan kembali ke dalam mesin tetas dan bisa dilakukan kembali peneropongan pada hari ke -7 atau 14

Seleksi Telur Tetas (Seri Ayam Kampung)
Penetasan telur dengan mesin tetas akhir-akhir ini semakin populer. Hal ini disebabkan jumlah telur yang mampu ditetaskan bisa puluhan bahkan ratusan kali dengan cara penetasan alami. Dengan cara berkembangnya cara penetasan ini, seleksi telur tetaspun akan sangat menentukan berhasil tidaknya penetasan yang akan dilakukan. Harapannya adalah dari telur yang baik akan menghasilkan anak tetasan yang baik pula. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam seleksi telur tetas :

Berat telur
Berat telur yang ditetaskan sangat berpengaruh terhadap anak yang akan di hasilkan. Pengalaman para pembibit menunjukkan bahwa telur-telur dengan berat kurang dari 40 gram atau lebih dari 45 gram memiliki daya tetas yang lebih rendah dibandingkan dengan telur yang memiliki berat antara 40-45 gram. Berat telur yang seragam akan menghasilkan anak hasil tetasan yang seragam pula. Biasanya, berat telur yang dihasilkan ayam memiliki grafik meningkat, seiring dengan bertambahnya umur, kemudian akan stabil setelah ayam berumur lebih dari 12 bulan. Berdasarkan hasil penelitian ada pengaruh berat telur terhadap persentasi (%) daya tetas. Intinya pemilihan telur tetas sangat penting dilakukan sebelum penetasan berlangsung.

Bentuk telur
Bentuk telur yang baik adalah bulat telur, perbandingan lebar dengan panjang adalah 3:4. Telur yang terlalu bundar atau lonjong biasanya tidak banyak yang menetas oleh karena isi bagian-bagian telur tidak seimbang. Perlu diketahui bahwa telur terbagi menjadi tiga bagian yaitu kulit telur (kerabang), albumin (putih telur), dan Yolk (kuning telur). Proporsi albumin dan yolk yang tidak seimbang akan berpengaruh terhadap pembentukan bagian-bagian tubuh unggas.

Keadaan kulit telur
Telur yang kulitnya kotor akibat kotoran ayam atau sisa pakan, memiliki daya tetas yang lebih rendah daripada telur yang bersih. Meskipun tampak tertutup rapat, kulit telur sebenarnya memiliki pori-pori yang masih bisa ditembus oleh udara dan kuman penyakit. Jika kulit telur kotor, kuman penyakit hampir bisa dipastikan berada di kotoran tersebut. Kuman penyakit akan dengan leluasa masuk ke dalam telur dan menyebabkan kematian embrio. Di samping itu, kotoran juga menyumbat sirkulasi udara. Sebaliknya jika kulit telur dalam keadaan bersih, kuman penyakit kecil kemungkinan bisa masuk ke dalam telur dan sirkulasi udara juga lancar. Karenanya, sebelum dimasukkan ke dalam mesin tetas, telur harus di bersihkan terlebih dulu dengan desinfektan seperti air hangat, alkohol 70%, formalin 40%, kalium permanganat (KMNO4) dan jenis desinfektan lainnya.

Rongga udara
Telur tetas yang baik adalah yang letak rongga udaranya tetap, yaitu di bagian ujung telur yang tumpul. Rongga udara ini erat hubungannya dengan posisi pertumbuhan embrio dalam telur. Cara melihatnya cukup dengan lampu pijar berdaya 40 watt.

Umur telur dan cara penyimpanannya
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tetas telur yang disimpan kurang dari 7 hari lebih tinggi dibandingkan dengan telur tetas yang disimpan lebih dari 7 hari. Telur yang disimpan terlalu lama, apalagi dalam kondisi lingkungan yang kurang baik bisa menyebabkan penurunan berat akibat bertambah besarnya rongga udara. Di samping itu, kadar karbondioksida (CO2) dan airnya meningkat, sehingga isi sel telur semakin encer dan daya tetasnya menurun. Penyimpanan telur yang ideal untuk tetap mempertahankan daya tetasnya adalah pada kisaran suhu 10º - 18ºC dan kelembapan 60-75%. Cara penyimpanan telur yang benar adalah rongga udara berada di atas.

Ratio induk jantan dan induk betina
Ratio induk jantan dan induk berita idealnya adalah 1:8-10 artinya seekor pejantan hanya mengawini sekitar 8 - 10 ekor induk betina. Umur induk (jantan dan betina) yang dianjurkan adalah telah berumur lebih dari 12 bulan walaupun Induk jantan sudah mampu mengawini betina pada umur 9-10 bulan dan induk betina sudah mampu memproduksi telur pada umur 6-7 bulan. Akan tetapi berdasarkan pengalaman, telur yang dihasilkan oleh induk berumur lebih dari 12 bulan memiliki daya tetas yang lebih tinggi dibandingkan dengan telur yang dihasilkan oleh induk yang berumur kurang dari 12 bulan.

ANALISA KEGAGALAN DALAM PENETASAN TELUR UNGGAS DENGAN MESIN TETAS
Penyebab Kegagalan Dalam Menetaskan Telur Bebek, Ada beberapa problem dalam penetasan yang sering muncul sehingga menyebabkan penetasan yang dilakukan menjadi ‘gagal’. Dari kegagalan tersebut, semestinya dijadikan sebagai pengalaman berharga dan dicari sumbernya sehingga di waktu-waktu yang akan datang tidak terjadi kegagalan kembali. Berikut kami sebutkan beberapa masalah dalam penetasan berikut analisa kegagalannya.

  • Telur jernih dan infertil

Analisa kegagalan :
1. telur tidak terbuahi karena rasio jantan dan betina tidak tepat
2. ransum induk kurang memenuhi syarat
3. pejantan terlalu tua
4. perkawinan preferensial
5. pejantan yang steril
6. embrio mati terlalu awal akibat penyimpanan yang terlalu lama
  • Blood rings (kematian awal dari embrio)

Analisa kegagalan :
1. suhu incubator tidak tepat
2. fumigasi tidak benar
3. kekurangan oksigen
4. pemutaran telur kurang banyak atau telur tidak diputar
5. penyimpanan telur terlau lama
  • Kematian tetasan dalam shell

Analisa kegagalan :
1. suhu incubator tidak tepat
2. telur tidak dibalik
3. ransum induk tidak memenuhi syarat
4. ventilasi tidak cukup
5. kemungkinan ada penyakit
  • Telur telah mulai retak (pipping) tapi tidak mau menetas

Analisa kegagalan :
1. kelembaban kurang
2. kelembaban terlalu tinggi pada tahap awal penetasan
3. ransum induk tidak memenuhi syarat
  • Menetas terlalu cepat/lambat dan menempel

Analisa kegagalan :
1. suhu yang terlalu tinggi atau rendah dan kelembaban yang tidak tepat
Hasil tetasan lemah
Analisa kegagalan :
1. suhu terlalu tinggi
2. bibit kurang bagus
  • Hasil tetasan kecil-kecil

Analisa kegagalan :
1. telur tetas juga kecil-kecil
2. kelembaban kurang
  • Hasil tetasan yang tidak menentu

Analisa kegagalan :
1. umur telur yang terlalu bervariasi
  • Bentuk yang tidak normal (malformed)

Analisa kegagalan :
1. suhu tidak tepat
2. pengaturan telur serta pembalikan telur tidak tepat
  • Analisa kerusakan mesin penetas otomatis Lampu tidak menyala

Analisa kegagalan :
1. hubungan kabel pada steker, terminal atau micro switch
2. micro switch rusak
  • Mesin mati di tengah-tengah waktu penetasan berlangsung

Analisa kegagalan :
1. micro switch rusak atau terbakar
Lampu menyala terus, tidak mau padam
1. micro switch rusak
2. kapsul thermostat rusak atau bocor
Bebarapa tips dalam membeli mesin penetas telur 
Pilihlah mesin penetas telur yang sudah teruji kemampuanya
Pilihlah mesin penetas telur yang mempunyai extra pemanas darurat (double pemanas) sebagai cadangan untuk mengantisipasi apabila sumber energi utama rusak atau mati
Mudah untuk mendapatkan spare partnya
Cek harga di tempat lain, siapa tau dengan kualitas produk sama, tetapi bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih murah
Membeli mesin penetas telur tidak di tempat yang hanya menjual produk akan tetapi juga menyediakan jasa layanan konsultasi pasca pembelian. Semoga bermanfaat Artikel Tutorial Lengkap Cara Menetaskan Telur Dengan Mesin Tetas semoga berhasil 

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Tutorial Lengkap Cara Menetaskan Telur Dengan Mesin Tetas"

Terimakasih sudah Berkunjung di Blog www.budidayapetani.com.
Blog yang berisi artikel seputar Pertanian,Peternakan dan Perikanan Jika Anda Menyukai Artikel Ini Silahkan Menshare Melalui Facebook dan Tweeter.
+ Jika ada gambar atau link yang rusak tolong beritahu saya
+ Jika perlu ada penambahan pada artikel silahkan menambahkan pada kolom komentar, nanti saya update artikelnya
+ Jika Ingin Berkomentar Jangan Spam/ Berpromosi
Silahkan Berkunjung Kembali Untuk Mendapatkan Artikel Pertanian Terbaru Lainya