20 Fakta Peluang Usaha Pembuatan Gula Semut Organik dari Nira Kelapa

gula semut organik

Indonesia memiliki beragam produk olahan pangan yang secara turun menurun diwarisan dari generasi tua ke generasi yang lebih muda. Warisan pangan tersebut menjadi tradisi dan pola konsumsi di sekitar masyarakat tersebut karena memang memiliki gizi dan stok mudah untuk didapatkan serta nilai ekonomi yang mampu menunjang kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah gula semut yang merupakan salah satu produk olahan masyarakat Indonesia yang sudah dilakukan sejak lama. Nama “gula semut” memang unik bahkan jika hanya memaknai arti secara sepintas kita akan tergelitik, “gula=makanan yang memiliki rasa manis” sedangkan “semut=nama hewan serangga yang berukuran kecil”, namun sebenarnya gula semut adalah gula yang diproses dari nira kelapa yang memiliki bentuk serbuk. Sudah terbayang ya, dan tidak menyangka bahwa gula semut dapat dikonsumsi manusia. Hebatnya lagi, gula semut memiliki manfaat yang bagus untuk manusia karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dari gula putih sehingga cocok untuk dikonsumsi penderita diabet. Dengan manfaat yang luar biasa tersebut maka peluang usaha pembuatan gula semut organik dari nira kelapa, pasar bisnis hingga tembus ekspor dapat menjadi salah satu agribisnis bagi petani.

Tren akan konsumsi pangan organik yang aman dan sehat bebas dari residu kimia terus meningkat. Hal ini menjadi sebuah peluang bisnis khusunya gula semut organik yang telah dikenal sejak lama sehingga mampu eksis bahkan berkembang karena pasar yang terbuka lebar. Secara prinsip usaha pembuatan gula semut organik tidaklah susah karena bahan baku yaitu nira kelapa yang mudah didapatkan di sekitar kita. Usaha pembuatan gula semut organik selain melestarikan warisan pangan secara turun menurun juga menngkatkan nilai tambah dari kelapa sehingga peluang usaha pembuatan gula semut organik dari nira kelapa, dimana pasar bisnis hingga tembus ekspor dapat menjadi salah andalan perekonomian bagi masyarakat.

20 Fakta peluang usaha pembuatan gula semut organik dari nira kelapa, pasar bisnis hingga tembus ekspor ditinjau dari berbagai aspek adalah sebagaimana berikut:

Pada dasarnya gula semut merupakan gula merah yang sudah dibentuk tepung atau serbuk yang bahan baku berasal dari nira kelapa dimana daerah Banyumas dan sekitarnya dipercaya sebagai tempat yang terkenal penghasil gula semut.

Selain dari nira kelapa, gula semut juga dapat dibentuk dari nira aren loh!

nira aren

Untuk menjaga kualitas gula semut organik sekaligus pasar ekspor, bahan baku nira kelapa adalah dari pohon kelapa yang tersertifikasi organik dan dalam pemupukan menggunakan pupuk organik yang langsung dalam pengawasan Instansi Dinas terkait.

Gula semut memiliki kemiripan bentuk seperti sarang semut di dalam tanah dan itulah mungkin alasan mengapa dinamakan gula semut dikarenakan memiliki kemiripan bentuk yang hampir sama.

Bentuk seperti serbuk membuat gula semut sangat praktis karena jika mau memakai tinggal menaburkan saja sehingga pemakaian seperlunya berbeda dengan gula yang berbentuk cetak bulat atau segi empat jika ingin memakai skala sedikit mesti repot memotong lagi.

Serbuk atau tepung gula semut organik memiliki tekstur yang halus serta lembut.

Oleh karena tekstur yang halus serta lembut gula semut mudah meleleh dan larut dengan zat cair sehingga hal tersebut menjadi salah satu indikator kualitas gula semut yang baik.

Jika terkena panas sedikit gula semut organik akan cepat meleleh, apabila terkena panas tetap keras dan tidak meleleh harap waspada karena dimungkinkan gula semut tersebut sudah terkontaminasi dengan bahan kimia saat proses pembuatannya.

Gula semut mempunyai masa simpan secara alami dalam rentang waktu yang lama tepatnya kurang lebih 2 tahun pada penyimpanan packaging bungkus yang rapat dan ditempatkan pada ruangan bersuhu + 20ºC dengan RH 50 – 60% sehingga tidak mengalami proses perubahan rasa sekaligus warna.

Masa simpan yang lama karena dalam gula semut memiliki kandungan air yang rendah yaitu 2 hingga 3 %.

Namanya gula semut, sehingga pastinya memiliki fungsi adalah memberikan rasa manis pada makanan.

Aroma dan bau khas karamel yang menggugah selera dan menarik konsumen.

Pada awalnya rasa gula semut organik adalah gula semut original (rasa seperti gula merah), seiring dengan perkembangan pasar mendorong terciptanya berbagai varian rasa yang dipadukan dengan khas gula semut seperti rasa kayumanis, kunyit, jahe, dan temulawak yang tentunya juga disukai oleh konsumen.

Karena variasi rasa tersebut membuat gula semut memiliki fungsi triple yaitu sebagai pemanis dan pemberi rasa (essense) serta warna gula semut yaitu coklat atau coklat kehitaman yang eksotik dalam memberikan tampilan karakter fisik pangan sehingga penggunaan gula semut secara lebih luas pada industri roti (bakery), kue, minuman tradisional, sirup, kecap, dan aneka makanan lainnya.

Kandungan utama pada gula semut organik adalah glukosa dan memiliki kandungan nutrisi yang lain yang bermanfaat bagi tubuh misalnya protein kasar, asam lemak berantai pendek, mineral (kalsium dan fosfor), vitamin C, vitamin B komplek (riboflavin, thiamine).
Selain itu gula semut organik terdapat senyawa yang memberikan manfaat positif pada saluran pencernaan khususnya dalam menghambat penyerapan kolesterol.

Gula semut organik juga mengandung serat inulin yang berfungsi dalam memperlambat penyerapan glukosa.

Indeks glikemik gula semut adalah 35 lebih rendah jika dibandingkan dengan gula putih yaitu 58 sehingga cocok untuk penderita diabetes.

Dari berbagai penjelasan sebelumnya bahwa gula semut bukan sekedar sebagai bumbu makanan tradisional namun memiliki keunggulan yang jarang didapatkan pada bahan makanan lain sehingga keunggulan itulah yang diketahui oleh masyarakat skala luas termasuk internasional sehingga saat ini terdapat usaha pembuatan gula semut yang telah mampu melengkapi standar sertifikasi kualitas dan mutu internasional untuk memasarkan secara ekspor ke luar negari seperti negara Amerika, jepang dan berbagai negara Eropa.

Dengan keadaan pasar yang demikian pasar gula semut adalah dalam negeri dan internasional sehingga berpengaruh pada harga per kg yaitu dalam negeri Rp. 14.000,- hingga Rp. 20.000,- sedangkan pasar luar negeri minimal adalah Rp. 25.000,-, harga tersebut sungguh menggiurkan dan bikin meleleh seperti gula semut bukan! Jika dibandingkan dengan harga kelapa harga produk agrobisnis gula semut tentunya bisa 3-5 kali lipat dari harga kelapa biasa.

Demikian uraian prospektif 20 fakta peluang usaha pembuatan gula semut organik dari nira kelapa, pasar bisnis hingga tembus ekspor telah kami sajikan. Bahan baku mudah dan potensi pasar menjanjikan sehingga diharapkan dapat memacu tumbuhnya usaha pengolahan gula semut di daerah yang lain. Selamat mencoba, jika ada hal yang kurang dimengerti silahkan tulis komentar di laman ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *