Cara Budidaya Buah Matoa – Buah yang Unik dan Banyak Manfaat

Cara Budidaya Buah Matoa – Tumbuhan matoa berasal dari Papua, namun sudah mulai banyak dibudidayakan di seluruh Indonesia, mulai dari Maluku, Kalimantan, Sulawasi, hingga Pulau Jawa. Pohon matoa dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian hingga 1400 mdpl. Di daerah asalnya di Pulau Papua, pohon matoa banyak yang tumbuh hingga ratusan tahun dan besar batangnya mencapai tiga kali pelukan orang dewasa.

Buah matoa rasanya manis, mirip dengan rambutan atau kelenkeng. Buah ini jarang ditemukan dan kalaupun ada di toko buah Jakarta dan Bogor, harganya termasuk mahal. Oleh karena itu, hal ini dapat menjadi peluang yang baik jika Anda ingin mulai membudidayakan pohon matoa. Selain buahnya yang tersohor enaknya, kayu pohon matoa juga dapat digunakan sebagai kusen rumah atau bahan mebel, karena memang kayunya kuat dan keras.

 

Cara Budidaya Buah Matoa

Cara Budidaya Buah Matoa

Karena buah dan kayunya bisa dimanfaatkan, untuk membudidayakan pohon matoa Anda terlebih dahulu harus menentukan tujuan utama penanaman, apakah ingin dipanen buahnya atau diambil kayunya.

Jika ingin panen buahnya, maka pohon matoa harus ditanam dengan jarak yang jauh satu sama lainnya, sekitar 5 meter. Dengan begitu, pohon matoa tidak tumbuh terlalu tinggi, melainkan melebar dan buahnya mudah dipanen. Untuk memperoleh buah yang banyak, biasanya batang utama juga kerap dipotong sehingga memiliki banyak cabang yang nantinya menghasilkan buah.

Sebaliknya, jika Anda ingin mendapatkan kayu matoa, jarak antar pohon tidak perlu terlalu besar, cukup sekitar 3 meter saja. Hal ini juga akan memicu pohon matoa untuk tumbuh tinggi dan akan diperoleh batang kayu yang bentuknya lurus serta berkualitas tinggi.

Untuk menanam pohon matoa, sebaiknya Anda memilih bibit yang sudah tumbuh sekitar 30-40 cm.  Terlebih dahulu buatlah lubang dengan ukuran sekitar 40 x 40 x 40 cm, kemudian campurkan tanah hasil galian dengan pupuk kandang sebanyak 3-5 kilogram, juga 100 gram pupuk NPK. Kemudian isikan ke dalam lubang hingga hampir penuh.

Setelah itu, ambil bibit matoa, letakkan di tengah lubang dan tutup lubang dengan sisa tanah hingga merata. Padatkan tanah sehingga media dari tempat pembibitan menyatu dengan habitat baru tumbuhan.

Panen Buah dan Kayu Matoa

Pohon matoa baru bisa dipanen buahnya setelah usianya sekitar 5 tahun. Namun Anda harus berhati-hati pula, karena bukan hanya manusia yang menyukai buahnya, kelalawar pemakan buah pun seringkali juga ikut memanen buah matoa untuk dimakannya. Oleh karenanya, saat pohon mulai berbuah, sebaiknya Anda lindungi dengan jaring agar buah tidak dimakan kelalawar.

 

Cara Budidaya Buah Matoa

Panen kayu matoa dapat dlakukan setelah dirasa batang sudah cukup besar dan kuat. Penebangan kayu sebaiknya dilakukan saat musim hujan di pagi hari, karena biasanya kelembaban di musim hujan tinggi sehingga mencegah terjadinya patah kayu saat ditebang. Walaupun daya retak kayu matoa bisa dibilang rendah hingga sedang, namun sebaiknya berhati-hati saat menebangnya. Beberapa jenis pemanfaatan kayu matoa antara lain sebagai papan, bahan bangunan, perabot rumah tangga, kayu perkakas, dan sebagainya.

Kualitas Kayu Matoa

Kayu matoa bertekstur sedikit kasar dengan serat lurus memanjang. Kayu ini memiliki permukaan yang licin jika disentuh. Kayu matoa yang siap panen memiliki berat jenis antara 0,56-0,99. Kayu matoa termasuk dalam kayu kelas awet III dan kelas kuat II-III.

Manfaat Buah Matoa

Selain rasanya yang sangat enak, buah matoa memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti :

  • Mengandung vitamin C dan E sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas dalam tubuh.
  • Sebagai penyedia nutrisi bagi kulit sehingga mencerahkan kulit serta menjaganya tetap lembab dan terhindar dari tanda-tanda penuaan dini.
  • Menurunkan produksi hormon stres akibat aktivitas yang padat.
  • Dapat melancarkan sistem pencernaan dan juga mencegah konstipasi.
  • Mengatasi ambeien atau buang air besar berdarah.
  • Mengontrol kadar gula darah, baik untuk para penderita diabetes mellitus.
  • Menjaga kesehatan mata.
  • Menghambat replikasi sel tumor dan kanker di dalam tubuh dengan kandungan antioksidannya.
  • Menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko stroke.

Buah Matoa Untuk Ibu Hamil

Dengan berbagai manfaat diatas, buah matoa ternyata juga cukup aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Untuk ibu yang sedang hamil, bahkan dengan kandungan antioksidannya, buah matoa dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh sehingga ibu hamil tidak mudah terkena penyakit.

Manfaat lainnya buah matoa untuk ibu hamil adalah menghindari stres berlebihan. Seperti yang kita tahu, kehamilan akan menyebabkan perubahan hormon di dalam tubuh ibu hamil, sehingga emosi menjadi lebih tidak stabil dan suasana hati tidak menentu. Disinilah terdapat manfaat buah matoa untuk mencegah ibu hamil stres berlebihan.

Seringkali karena perubahan hormon, ibu hamil juga memiliki kulit yang lebih kusam dan semakin berminyak. Dengan mengonsumsi buah matoa, secara alami ibu hamil dapat mengatasi hal ini tanpa perlu berbagai obat-obatan medis.

Demikian artikel tentang Cara Budidaya Buah Matoa yang mudah untuk di budidayakan di sekitar lingkungan kita. Jangan lupa di share ya.,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *