Cara Menanam dan Budidaya Tanaman Labu Madu (Butternut Squash)

Cara Menanam Labu Madu – Labu madu atau disebut juga tanaman Butternut Squash adalah sejenis buah labu yang dikenal dengan nama waluh Indonesia. Tanaman ini berbentuk seperti botol lampu pijar dengan tekstur yang lembut dan memiliki citarasa yang unik.

Cara Budidaya Tanaman Labu Madu

Butternut Squash mengandung serat yang tinggi, beta karoten, anti oksidan, vitamin A dan B kompleks. Sehingga sangat baik jika digunakan sebagai Makanan Pendamping ASI untuk bayi. Selain itu, tanaman labu madu ini juga berkhasia untuk mengontrol kadar gula darah, mengobati penyakit anemia dan amat baik dikonsumsi bagi orang-orang yang sedang menjalani program diet.

Pada umum nya, budidaya labu madu tidaklah sulit. Hal awal yang perlu anda lakukan adalah membuat tiang, ajir, dan para-para untuk merambatkan sulur serta penopang buah labu madu. Berikut cara budidaya tanaman butternut squash selengkapnya.

Cara Menanam Labu Madu (Butternut Squash)

Tanaman labu madu jenis ini dapat ditanam melalui bijinya, untuk itu silahkan anda beli bibit labu madu yang berkualitas agar hasil yang didapat lebih maksimal.

Pilihlah tempat yang hangat dan cerah untuk menanam labu madu, karena tanaman ini menyukai tempat dengan paparan sinar matahari penuh dan kondisi hangat agar tetap tumbuh.

Buatlah tiang, ajir, dan para-para menggunakan bambu setinggi 2 meter, benamkan hingga sedalam 0,5 m. Fungsi dari tiang bambu adalah untuk menyangga beban cukup berat ketika tanaman telah berbuah.

Selanjutnya buatlah bedengan selebar 1 meter dengan tinggi 15-20 cm. Jarak antar bedeng sekitar 2-4 meter dan antar tanaman dalam bedengan 1 meter.

Cara Menanam Labu Madu

Berikan pupuk dasar yaitu 15-18 ton/ha pupuk kandang untuk populasi 4.000 tanaman. Pupuk lainnya adalah 350-400 kg/ha NPK. Campurkan seluruh pupuk dengan tanah di bedengan, lalu diamkan selama 3-5 hari.

Sebelumnya ada baiknya anda melakukan pengecekan pH tanah. Bila pH tanah rendah, segera berikan 200-250 kg/ha kapur dolomit. Pemberian kapur sebaiknya dilakukan 4-5 hari sebelum bibit ditanam.

Labu madu dapat tumbuh dengan baik jika ditanam pada lahan yang berbukit-bukit. Buatlah timbunan dengan tinggi sekitar 7,6 cm untuk setiap labu. Galilah lubang sekitar 2,5 cm di setiap bukit dan tanamlah 4-5 biji/lubang. Tutuplah biji dengan tanah dan tekan-tekan dengan lembut.

Semprotkan juga pupuk organik pada bedengan dengan dosis 4-6 liter/ha, sebelum bedengan tersebut ditutup menggunakan mulsa hitam perak. Pemakaian mulsa juga cukup penting untuk mencegah munculnya gulma serta menjaga kelembapan tanah.

Perawatan Labu Madu (Butternut Squash)

Untuk perawatan siramlah tanaman butternut squash secara teratur. Jagalah kelembaban tanah selama musim panas dengan menyiramnya setiap hari.

Untuk pengendalian hama penyakit, terutama serangan penyakit layu fusarium, pakailah pestisida berbahan aktif abamectin sesuai dosis. Sementara untuk mengatasi hama pakailah insektisida berbahan aktif aktif mankozeb. Serangan lalat buah dapat dicegah dengan pembungkusan buah atau menggunakan perangkap petrogenol.

Masa Panen Labu Madu (Butternut Squash)

Tunggulah hingga labu madu benar-benar masak, waktu panen dapat dilakukan sekitar 90-100 hari dari penanaman. Buah yang siap petik, memiliki ciri tangkai buah berubah warna dari hijau mendekati kecokelatan. Warna buah juga akan berubah menjadi cokelat muda mengkilap.

Potonglah labu yang sudah merambat. Gunakan pisau yang tajam. Bersihkan kotoran yang menempel di permukaan kulitnya. Buah Labu madu dapat bertahan hingga beberapa bulan. Anda dapat menyimpanya di tempat yang kering dan sejuk. Selamat Mencoba !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *