Cara Menanam Jagung Hibrida

Jagung (Zea mays) biasa dikonsumsi oleh manusia maupun hewan karena memiliki nilai gizi yang baik. Budidaya jagung hibrida memiliki produktivitas yang tinggi sehingga menjadi peluang usaha yang kembali prospektif dan kembali diminati oleh petani. Jagung Hibrida merupakan jenis jagung hasil dari persilangan antara 2 atau lebih jenis yang dengan tujuan dapat memperbaiki sifat sebelumnya. Jagung hibrida dibudidayakan dalam kapasitas besar biasanya untuk kebutuhan industri pengolah makanan dan pakan ternak. Hal lain yang membuat petani jagung mulai bergairah kembali adalah produk jagung yang petani hasilkan tidak lagi bersaing dengan produk impor karena saat ini Pemerintah Indonesia mencanangkan untuk tidak mengimpor jagung untuk kebutuhan dalam negeri. Petani sebaiknya menggunakan cara lengkap menanam jagung hibrida agar memiliki produktivitas yang maksimal.

Pada umumnya menanam jagung pada lahan kering dengan sistem monokultur yaitu ditanam satu jenis tanaman saja. Pada kondisi yang lain menanam jagung dilakukan dengan sistem multikultur dengan yaitu melakukan penanaman lahan dengan banyak jenis tanaman yang berbeda secara bersama misalnya dalam satu lahan ditanami jagung, dan kacang tanah pada saat yang bersamaan.
Cara tersebut mempunyai tujuan agar kesuburan tanah tetap terjaga dengan menjaga keseimbangan persediaan unsur hara dalam tanah. Baik sistem monokultur ataupun multikultur harus menerapkan cara lengkap menanam jagung hibrida agar panen melimpah yang diikuti oleh keuntungan yang optimal

Cara lengkap menanam jagung hibrida adalah melalui tahapan berikut:

SYARAT IDEAL LOKASI UNTUK MENANAM JAGUNG

Pada dasarnya jagung dapat ditanam di lokasi dataran rendah maupun dataran tinggi dengan bentuk lahan datar ataupun miring. Tanaman jagung adalah tanaman memiliki tingkat fotosintesis tinggi sehingga memerlukan cahaya matahari. Lokasi yang baik untuk menanam tanaman jagung adalah areal yang terbuka berupa sawah atu ladang yang tidak terlindung dari cahaya matahari. Lokasi untuk menanam tanaman jagung sebaiknya tidak tergenang air, namun memiliki kadar air yang cukup. Tanaman Jagung dapat tumbuh di semua jenis tanah, optimal pada tanah yang memiliki drainase lancar, subur dengan humus dan pupuk yang mencukupi persediaan untuk tumbuh. Tanaman jagung berproduksi dengan baik dan berkualitas pada daerah yang beriklim sejuk yaitu 500 LU sampai 400 LS dengan catatan tidak terlalu banyak hujan karena dapat mengurangi kualitas jagung, ketinggian 0 sampai 3000 meter dari permukaan laut, derajat keasaman tanah pada pH 5,5-7, dan suhu lingkungan  21-300 C.

PENGOLAHAN LAHAN TANAMAN

Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa tanaman sebelumnya. Apabila gulma banyak sebaiknya herbisida yang dipakai adalah herbisida sistemik gulma akan ditumpas hingga akar. Sisa tanaman dan gulma dibakar dan  abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman dengan ukuran lebar 25-30 cm dan kedalaman 20 cm. Pada daerah dengan pH kurang dari 5, tanah diberikan campuran kapur (dosis 300 kg/ha) yang dilakukan 1 bulan sebelum tanam dengan cara menyebar kapur merata atau pada barisan tanaman.

PEMILIHAN BENIH JAGUNG

Benih berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan. Untuk menanam jagung diharapkan memperhatikan benih yang akan digunakan. Benih yang digunakan sebaiknya adalah benih hibrida dengan karakteristik memiliki mutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi, daya tumbuh benih lebih dari 90%, sebaiknya gunakan benih jagung bertongkol dua karena memiliki produktivitas tinggi dalam menghasilkan jagung. Kebutuhan benih tanaman jagung untuk lahan seluas 1 Ha adalah 20-30 kg. Untuk mendapatkan benih yang berkualitas sebaiknya kita beli dari tempat pemuliaan, toko saprodi, distributor benih atau Balai Benih milik pemerintah karena jika menggunakan benih dari pertanaman sebelumnya biasanya akan mengalaminpengurangan dan penurunan  kualitas serta mutu.Sebaiknya timbulnya penyakit pada benih yang disebabkan oleh jamur dicegah dengan fungisida, atau insektisida yang berguna untuk membasmi jamur.

PENANAMAN BENIH JAGUNG

Jagung ditanam saat awal/akhir dari musim penghujan dengan tujuan utama yaitu saat awal tumbuhnya jagung stok air masih cukup tersedia untuk pertumbuhan. Langkah awal adalah membuat lubang tanam dengan cara ditugal kedalaman 3 hingga 5 cm. Tanaman jagung memiliki jarak tanam yang disesuaikan pertumbuhan agronomi termasuk umur panen, semakin panjang umur panen jarak tanam semakin lebar. Umur panen jagung yaitu lebih 100 hari setelah tanam memiliki jarak tanam 40×100 cm atau setara dengan 2 tanaman per lubang sedangkan panen pada umur 80-100 hari memiliki jarak tanam sebaiknya 25×75 cm atau setara 1 tanaman per lubang. Penanaman jagung adalah dengan memasukkan benih biji jagung ke dalam lubang tanam yang dibarengi pemberian furadan sebanyak 1 g untuk setiap lubang kemudian menutup lubang tanam tersebut dengan tanah.

PENYULAMAN

Penyulaman pada tanaman jagung bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh atau mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Cara penyulaman yaitu tanaman yang pertumbuhannya terganggu dipangkas menggunakan pisau atau alat tajam. Tanaman tidak boleh dicabut secara langsung karena dikawatirkan dapat menyebabkan perakaran tanaman lain yang dibiarkan hidup dapat terluka. Penyulaman menggunakan benih dengan jumlah, keseragaman varietas dan perlakuan pra tanam sesuai dengan yang telah dilakukan penanaman.

PEMUPUKAN TANAMAN

Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama (pupuk dasar) pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam. Pupuk tahap kedua (pupuk susulan I) diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. Pupuk tahap ketiga (pupuk susulan II) diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar. Tanaman jagung harus dipupuk berdasarkan kebutuhan hara N, P serta K. Dosis pupuk untuk tanaman jagung sesuai anjuran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian adalah Urea sejumlah 350 kg, SP-36 sejumlah 200 kg, KCl sejumlah 100 kg untuk setiap hektar.

PENYIANGAN TANAMAN

Penyiangan dilakukan dalam setiap 14 hari atau jika gulma sudah tumbuh tinggi. Penyiangan dilakukan dengan hati-hati setelah tanaman berumur 15 hari agar perakaran tanaman tidak terhambat pertumbuhan. Penyiangan merupakan kegiatan membuang gulma atau rumput liar pengganggu yang ikut tumbuh bersama tanamanjagung.
Jenis gulma yang sering tumbuh dalam lahan jagung misalnya rumput teki, alang-alang, tapak kuda, meniran dan krokot. Cara penanganan gulma secara teknis yaitu langsung dicabut dengan tangan atau dengan menggunakan alat sedangkan secara kimiawi yaitu menggunakan herbisida senyawa kimia yang dapat membasmi gulma.

PEMBUMBUNAN TANAMAN

Pembumbunan dan penyiangan dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan posisi batang agar kokoh sehingga tanaman tidak gampang roboh dan kemunculan akar tepatnya yang berada lapisan atas dari permukaan tanah dapat diminimalkan. Cara pembumbunan yaitu mencangkul tanah dari kedua sisi yaitu kanan kiri setiap baris tanaman jagung kemudian ditimbun di barisan tanaman sehingga guludan akan menjadi lebih tinggi.

PENGAIRAN TANAMAN JAGUNG

Pada prinsipnya pengairan dan penyiraman hanya dilakukan jika lahan mengalami kering atau kurang air. Pengairan serta penyiraman dimulai saat benih selesai ditanam kecuali jika tanah tersebut dalam keadaan lembab dengan tujuan membantu proses perkecambahan dan melindungi tanaman agar tidak layu. Kebutuhan air dalam jumlah yang cukup besar yaitu ketika akan berbunga serta pembentukan tongkol sehingga dilakukan mengisi air di parit-parit sela bumbunan tumbuhan jagung. Hal tersebut dapat diantisipasi dengan cara membuat saluran air pada sekeliling lahan atau dari turunnya air hujan. Akibat utama kekurangan air adalah benih membutuhkan waktu yang lama  atau gagal berkecambah dan dari segi produktivitas tongkol jagung menjadi kerdil.

PEMANENAN JAGUNG

Umur panen jagung yaitu 86-96 hari setelah tanam. Cara memanen jagung adalah putar tongkol berikut kelobotnya atau patahkan tangkai buah jagung. Jagung untuk sayuran (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 cm). Jagung rebus atau bakar dipanen ketika matang susu. Sedangkan jagung yang dipanen jika sudah matang fisiologis biasanya dimanfaatkan untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dan penggunaan lain. Untuk menjaga kualitas jagung sebaiknya lakukan pengupasan kulit klobot jagung saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai dengan tujuan kadar air dalam tongkol turun sehingga cendawan tidak tumbuh. Kemudian lakukan Pengeringan jagung dengan sinar matahari  selama 7-8 hari hingga kadar air 9% -11 % atau dengan mesin pengering. Lakukan pemipilan biji jagung setelah kering dengan tangan atau alat pemipil jagung. Setelah itu lakukan penyortiran dan penggolongan jagung untuk menghindari serangan jamur, hama selama dalam penyimpanan dan menaikkan kualitas panenan dengan cara biji-biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apa limbah jagung (sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa). Langkah terakhir adalah kemas biji jagung menggunakan karung dan simpan ditempat yang kering sebelum biji jagung siap didistribusikan.

Tahapan cara lengkap menanam jagung hibrida diharapkan diterapkan secara utuh mulai dari awal persiapan lahan hingga pemanenan dan penanganan pasca panen jagung. Selamat mencoba dan semoga sukses.