Cara Menanam Melon dari Biji di Pekarangan Rumah

Cara Menanam Melon dari Biji – Melon adalah salah satu jenis buah yang relatif sangat mudah proses penanamannya, tidak terkecuali untuk Anda yang ingin menanamnya di pekarangan rumah. Peralatan yang dibutuhkan pun sederhana dan terbilang cukup ekonomis. Bagi Anda yang sedang ingin mencoba menanam melon di pot atau polibag untuk memperindah pekarangan, baca terlebih dahulu ulasan berikut sehingga tidak ada detail yang terlewat.

Cara Menanam Melon dari Biji

 

Cara Menanam Melon dari Biji (Generatif)

Tanaman melon ditanam untuk dipanen buahnya. Buah melon akan tumbuh optimal ukurannya jika Anda memperhatikan kondisi optimum untuk melon tumbuh, sehingga nantinya tanaman melon tidak mati karena iklim terlalu kering atau bahkan terlalu lembab. Tanpa memperhatikan kondisi optimal ini, biasanya buah melon tidak bisa tumbuh hingga berukuran maksimal atau bahkan mati sebelum berbuah.

  • Ketinggian dataran : 250-800 meter di atas permukaan laut
  • Curah hujan : 1.500-2.500 mm/ tahun
  • Kelembaban udara : 50-70%
  • Jenis tanah : tanah liat berpasir
Peralatan dan Bahan

Menanam melon tidak membutuhkan peralatan dan bahan yang sulit didapat. Anda hanya perlu menyiapkan beberapa bahan dan alat berikut:

  • Bibit Melon. Bibit sebetulnya bisa langsung didapatkan dari buah melon yang baru dibelah dan dikeringkan bijinya. Namun akan lebih baik jika Anda membeli bibit unggul yang lebih tinggi kemungkinannya untuk menghasilkan buah yang ranum.
  • Pot atau polibag. Siapkan terlebih dahulu peralatan dan bahan yang akan digunakan untuk menanam melon di pekarangan. Jika ingin menggunakan polibag, siapkan yang berukuran sedang (diameter sekitar 40-50 cm). Begitu pula halnya dengan pot. Pot dan polibag yang digunakan sebaiknya tidak terlalu kecil, sehingga menjamin nutrisi untuk pertumbuhan melon hingga buahnya masak.
  • Tiang Rambat. Tanaman melon termasuk dalam tumbuhan merambat. Jika tidak disediakan tempat untuk merambat, niscaya batangnya akan terus memanjang secara horizontal, dan akhirnya banyak memakan tempat di sekitar pot atau polibag. Agar tanaman melon terlihat lebih tertata dan rapi, siapkan tiang rambat yang terbuat dari plastik atau kayu dengan panjang sekitar 1,5-2 meter.
  • Media Tanam : tanah, pupuk kandang, arang sekam.
  • Bahan Tambahan Media Tanam : fungisida, NPK, humic acid, ZPT.
  • Paku, tali rafia, pisau, gunting. Sebagai peralatan untuk merapikan tanaman.
Proses Penyemaian Bibit

Sebelum diletakkan ke dalam pot atau polibag, bibit atau biji melon segar perlu dikecambahkan terlebih dahulu. Jika menggunakan biji melon yang berasal dari buah segar, keringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur seharian. Biji melon perlu direndam menggunakan air yang sudah dicampurkan dengan sedikit fungisida. Perendaman dilakukan selama satu malam untuk membuat benih lebih cepat berkecambah. Cairan fungisida ini cukup penting karena selama masa pengecambahan, biji melon kondisinya lembab, sehingga mudah tumbuh spora jamur yang bisa merusak pertumbuham biji.

Setelah direndam, pilihlah biji melon yang tidak terapung. Biji yang terapung menandakan bibit kurang unggul untuk ditanam kembali. Bibit yang sudah dipilih kini siap untuk dipindahkan ke tempat yang gelap selama kira-kira 2 minggu (12-14 hari). Media untuk pengecambahan dapat menggunakan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Semai biji melon dengan jarak kira-kira 3 cm antar biji. Siram sebanyak 2 kali sehari untuk menjaga kelembabannya. Pastikan media semai tidak terkena matahari langsung.

Proses Persiapan Media Tanam

Selama proses pengecambahan bibit, Anda sudah bisa memulai persiapan media tanam. Media tanam melon sebaiknya terdiri dari 3 bahan, yaitu arang sekam, pupuk kandang, dan tanah dengan perbandingan 3:2:1. Campurkan terlebih dahulu ketiga bahan tersebut sehingga lebih merata. Kemudian isikan media tanam ke dalam pot atau polibag hingga terisi tiga perempatnya.

Setelah itu, dapat ditambahkan fungisida sebanyak 5 gram, pupuk NPK sebanyak 20 gram, serta 1 L humic acid. Media tanam siap digunakan. Selama masa pengecambahan, ada baiknya tetap menyiram media tanam sekali sehari sehingga ketika tanaman siap dipindahkan ke pot atau polibag, media tanam juga sudah sempurna.

Proses Penanaman Melon (TABULAMPOT MELON)

Setelah dua minggu, biji melon sudah berkecambah serta memiliki 3-4 helai daun, tandanya bibit sudah bisa dipindahkan ke dalam polibag atau pot. Sebaiknya tanam satu bibit saja untuk tiap pot/polibag, sehingga tanaman tidak berebut nutrisi untuk tumbuh. Tanam ketika sinar matahari tidak terlalu terik, bisa pada pagi hari atau sore hari.

Tanaman melon akan tumbuh dengan cepat. Helai daunnya setiap hari terus bertambah, dan semakin panjang batang tumbuhannya. Jangan sampai Anda lalai untuk menancapkan tiang rambat ketika tanaman sudah sekitar satu minggu dipindahkan. Setelah itu, tanaman melon siap tumbuh hingga 2 bulan ke depan dan akhirnya dapat dipanen buahnya.

Tips Merawat Tanaman Melon dalam Pot

Masalah utama pada penanaman melon adalah tanaman yang mati sebelum berbuah atau buah yang berhenti pertumbuhannya di tengah jalan. Untuk mengatasinya, lakukan beberapa tips berikut untuk merawat melon:

  1. Pangkas Cabangnya. Melon akan tumbuh dengan banyak cabang. Walaupun terlihat rimbun, namun sebetulnya hal ini akan menurunkan produktivitas tanaman. Ketika sudah mulai muncul bunga melon atau bakal buah yang kecil, sebaiknya pangkas cabang lain yang tidak produktif untuk menambah nutrisi ke cabang utama saja.
  2. Pupuk Secata Rutin. Semakin bertambahnya usia tanaman, tentunya nutrisi di dalam media tanam semakin berkurang dan perlu diperbaharui. Berikan pupuk rutin selama 10 hari sekali, menggunakan pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 10 gram per polibag.
  3. Hilangkan Hama yang Mengganggu. Daun tumbuhan melon disukai serangga dan ulat, sehingga Anda perlu menyemprotkan insektisida untuk menghilangkan kemungkinan hama merusak tanaman melon.
  4. Panen Buah Melon. Jangan terburu-buru memanen buah melon. Tunggu hingga ukurannya besar, kulitnya berubah dari hijau menjadi putih kekuningan, dan terdapat bentuk cincin pada tangkai buahnya. Buah melon yang sudah matang juga memiliki aroma khas yang dapat tercium hidung.

Demikianlah cara menanam melon menggunakan pot atau polibag di pekarangan rumah serta tips merawatnya. Siapapun tentu bisa menanamnya tanpa kegagalan, termasuk Anda dengan niat yang kuat dan usaha yang telaten hingga tanaman berbuah. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *