Karakteristik Dan Cara Perawatan Burung Panca Warna

Bagi anda pecinta burung kicauan, selain anda memelihara burung kenari, burung jalak nias, anda harus mencoba burung unik yang memiliki warna bermacam macam dan bertubuh mungil ini. Burung ini dikenal dengan sebutan burung Panca warna karena memiliki lima warna. Jika anda ingin memelihara burung Panca Warna ini paling tidak anda harus bisa membedakan jenis kelamin burung Panca Warna. Karena biasanya yang memiliki suara lebih merdu adalah burung Panca Warna yang berjenis kelamin jantan.

Perawatan Burung Panca Warna

Membedakan antara burung pancawarna jantan dengan betina memang lebih mudah diperhatikan dari warna bulu burung yang sudah berusia dewasa, dimana burung jantan memiliki warna yang berwarna, cerah dan mengkilap dengan warna bulu dipangkal ekornya berwarna merah sedangkan burung pancawarna betina memiliki warna yang kusam dan pucat dengan warna-warna yang kurang terang, lebih kuning dan warna bulu di pangkal ekor nya adalah berwarna orange. Dan hal tersebut akan sangat sulit dibedakan jika burung masih berusia sangat muda, salah satu yang bisa membedakannya adalah dengan mendengarkan suaranya.

Karakteristik Burung Panca Warna

Perlu kalian ketahui bahwa untuk Populasi Burung Panca Warna khususnya di wilayah tanah air sudah semakin menurun tajam dan hal tersebut dikarenakan banyaknya aktivitas perburuan liar terhadap Jenis Burung Kicau serta pembebasan hutan liar yg dibakar pun ikut andil dalam penurunan populasi burung Kicau di Indonesia karena hutan liar sebagai tempat hidup mereka di bakar dan dijadikan lahan baru untuk pabrik, kantor, perkebunan ataupun jalan. Namun habitat Burung Panca Warna yg masih aktif terdapat di kepulauan Sumatera dan Kalimantan saja, itu pun sudah sangat sedikit sekali sehingga jika kalian sebagai pecinta Burung Kicau yg ingin mendapatkan jenis burung kicau Panca Warna ini sedikit susah karena stocknya terbatas.

Penangkaran burung Panca Warna bisa dijadikan salah satu sumber penghasilan, terutama jika Anda ingin mengambil spesialisasi di bidang penangkaran burung master. Selain belum banyak pesaing, hal ini sekaligus merupakan upaya mengurangi penangkapan burung Panca Warna di alam bebas. Burung Panca warna termasuk burung sosial dan bisa disatukan dengan jenis burung lain dalam satu kandang penangkaran yang besar. Yang perlu diingat, burung ini bisa menjadi agresif saat  sedang berkembang biak, entah bertelur, mengerami telur, maupun mengasuh anak-anaknya.

Perawatan Burung Panca warna

Makanan Burung Panca Warna ini terbilang cukup mudah dicari karena makanan burung ini mudah dijumpai di toko burung seperti, jagung, milet, biji-bijian, bisa juga diberi makan pelet. Untuk minumannya cukup dengan air tawar biasa. Untuk perawatan burung ini anda harus teliti dan rajin dalam membersihkan kandangnya dan mengganti air minumnya. Usahakan dalam memberikan cepuk air minum wadahnya yang agak besar karena burung ini suka mandi pada tempat minumnya. Maka dari itu jangan pernah lupa menggantinya setiap hari.

Jika anda memelihara burung Panca Warna yang masih anakan berumur 3-4 minggu, usahakan burung anakan itu sudah dipisah dengan induknya. Hal ini dilakukan karena menghindari indukanya yang lebih agresif saat akan dikawinkan lagi. Perawatannya hanya perlu memperhatikan makananya, memandikanya, menjemurnya dan mengkrodongnya saat malam agar terhindar dari hewan pengganggu misalnya tikus, ular dll.

Cara pemberian makan burung Panca Warna ini tidak berbeda jauh dengan perawatan makanan burung lainnya. Burung Panca Warna ini ternyata juga merupakan burung pemakan serangga kecil, seperti jangkrik kecil, ulat hongkong dan juga serangga kecil lainnya. Selain itu, burung Panca Warna juga merupakan burung pemakan buah-buahan. Jam 07.00 burung diangin-anginkan di depan teras rumah sampai jam 07.30. Lalu Jam 07.30 burung dimandikan keramba mandi atau di semprot dengan mengunakan spray yang lembut, bergantung pada kebiasan pemilik burung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *