Kiat Sukses Budidaya Ikan Sidat di Kolam Terpal

Siapa yang tidak tahu ikan Sidat? Ikan yang mirip Belut ini ternyata memiliki banyak penggemar. Tak heran jika permintaan ikan satu ini banyak sekali. Ini bisa dijadikan peluang bagus untuk budidaya ikan Sidat. Tidak sulit, ikan tersebut dapat diternak dengan mudah.

Keistimewaan Budidaya Ikan Sidat Dengan Kolam Terpal

Salah satu cara ternak ikan Sidat paling praktis adalah dengan menggunakan kolam terpal. Kenapa memilih media kolam terpal? Apa keistimewaan kolam terpal? Simak berikut:

  • Mudah dibersihkan
  • Biaya sangat terjangkau
  • Ikan yang dipanen tidak bau tanah
  • Kadar suhu dalam kolam lebih stabil
  • Proses panen ikan jauh lebih praktis
  • Dapat digunakan dengan jumlah air yang minim.

Kiat Sukses Budidaya Ikan Sidat

Dengan banyaknya keunggulan tersebut, yakin tak ingin memulai budidaya ikan ini? Lalu, seperti apa caranya? Simak berikut:

  1. Persiapan kolam terpal cukup dengan ukuran 2 x 7 x 0,7 meter. Kemudian siapkan tiang yang kokoh untuk membentuk 4 titik. Ikat terpal.pada masing-masing tiang. Pastikan kuat dan kokoh agar tidak bocor. Manfaatkan bambu atau kayu sebagai pagar. Ginakan juga peralon untuk menjaga sirkulasi air di dalam kolam.
  2. Setelah kolam selesai, bersihkan terlebih dahulu. Diamkan selama 2 hari sebelum akhirnya terpal diisi air. Jeda waktu ini dimaksudkan agar suhu dan pH air kolam sudah sesuai.
  3. Tahap pendederan yang selanjutnya. Merupakan urutan dimana bibit ikan Sidat diberi waktu untuk beradaptasi di kolam. Kemudian beri pakan secara teratur tiga kali sehari.
  4. Saat Sidat mulai membesar, ikan dipindahkan ke beberapa tempat. Supaya tidak ada yang mengalami kematian dini. Dalam satu terpal dengan jumlah ikan yang tidak terlalu banyak jauh lebih aman. Pasalnya, hal tersebut dapat mwngurangi resiko perebutan makanan.
  5. Berikan pakan secara teratur agar pertumbuhan ikan berjalan lancar. Perhatikan selalu jumlah pakan yang diberikan. Pastikan cukup dan sesuai dengan kebutuhan.
  6. Selanjutnya adalah masa panen, yang bisa dibilang cukup lama. Diperlukan waktu 1-1,5 tahun untuk bida memanen ikan tersebut. Meskipun menunggu lama, hasil yang diperoleh sangat sebanding dengan upaya yang dilakukan.

 

Sebagian besar hasil dari budidaya ikan Sidat diimpor ke luar negeri, terutama ke negara Jepang. Peminat dari negeri Sakura ini sangat banyak. Selain itu, harga jualnya juga tinggi. Bisa ratusan ribu per kilogramnya.

Kalau dilihat-lihat harga tersebut sangat sesuai dengan masa budidaya Sidat ya! Masa persiapan, perawatan sampai dengan pemeliharaan yang tak mudah terbayar sebanding. Belum lagi selama memelihara ikan Sidat masih terancam oleh hama dan parasit. Sehingga mengamibatkan berbagai masalah seperti kamatian dini di kala masih bibit.

Agar budidaya ikan dengan nama latin Ordo Anguilliformes ini berjalan sukses, tentu semua harus diimbali dengan strategi. Dimulai dari persiapan tempat, bibit pilihan, pemeliharaan yang tekun, sampai dengan perawatan harus dijaga betul-betul. Biasanya, budidaya ikan yang mirip Belut ini banyak yang menggunakan kolam terpal. Resikonya lebih sedikit dan banyak benefit.

Jadi bagaimana? Tertarik untuk mendapatkan keuntuangan lebih dari ternak ikan Sidat? Kenapa tidak? Budidaya ikan air tawar ini tidak terlalu sulit. Dapat dijadikan sebagai usaha sampingan yang menguntungkan. Selain itu, besarnya peminat membuat ikan ini selalu diserbu pembeli. Lebih dari 50% permintaan ikan Sidat berasal dari luar negeri. Seperti yang telah disebutkan di atas, ikan ini banyak diimpor ke Jepang.