Kiat Sukses Budidaya Jahe Merah Tanpa Gagal

Ada banyak sekali budidaya tanaman yang menghasilkan. Salah satunya adalah bercocok tanam dari akar. Sebut saja jahe, tanaman rimpang satu ini tumbuh dari bibit berbentuk akar. Jenis umbian ini pun kaya manfaat, sehingga banyak disukai. Selain itu, budidaya jahe merah sendiri bisa dibilang mudah.

budidaya jahe merah

 

Cara Bercocok Tanam Jahe Merah

Budidaya tanaman jahe memakan waktu yang tidak sebentar. Agar masa panen jahe merah tidak sia-sia, pastikan gunakan cara yang tepat. Seperti apakah itu? Simak berikut:

  1. Langkah awal dan menjadi penentu hasil panen adalah pemilihan bibit. Benih yang unggul berpeluang besar menghasilkan jahe siap panen yang bagus pula. Ciri-ciri bibit berkualitas seperti rimpang terlihat segar dan tidak kering. Mempunyai umbi yang besar dan padat. Prioritaskan bibit dari jahe yang sudah tua.
  2. Selanjutnya ialah menyediakan media tanam. Pastikan tanah subur dengan kandungan humus.
  3. Lubangi media tanah, kemudian masukkan bibit yang telah disiapkan. Kedalaman 5cm saja sudah cukup. Tutup kembali dengan tanah gembur di sekitar. 1 lubang hanya untuk satu benih. Jarak antar bibit sekitar 10 cm.
  4. Sirami tanaman setiap pagi dan sore agar cukup air. Penyiangan cukup 2 minggu sekali.
  5. Basmi hama atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar jahe.
  6. Terapkan perawatan secara rutin sampai jahe siap panen pada umur sekitar 10-12 bulan

Hampir setahun sekali masa panen jahe. Cukup lama bukan? Tapi itu demi mendapatkan kualitas umbi yang benar-benar bagus. Sembari menunggu masa panen, budidaya jahe bisa dijadwal. Dalam artian satu lahan tidak untuk sekali tanam. Sebagai contohnya bisa ditanamkan beberapa kali.

Sebagai contohnya adalah setengah lahan digunakan untuk budidaya di bulan pertama. Kemudian di bulan kedua bisa dipenuhi dengan bibit baru. Atau bisa satu lahan untuk 4 kali masa berbudidaya. Jadi penyebaran bibit pertama di bulan kesatu, begitu juga seterusnya.

Ini sangat penting karena nantinya bisa mengatur masa panen. Dengan begitu masa distribusi atau penjualan panen dapat terkontrol. Anda tidak hanya dalam sekali disibukkan masa panen, tapi lebih dari satu kali.

Budidaya jahe merah terbilang mudah, bukan? Namun perlu diimbangi adanya kiat-kiat jitu. Tujuannya agar hasil panen melimpah dan terjaga dengan baik. Dari kualitas panen yang baik, maka hasil penjualannya tidak akan berkurang, bukan?

Setelah panen dan siap dijual, sisakan benih baru untuk lahan yang kosong. Ini berlaku seterusnya agar untuk mendapatkan bibit bagus tak perlu lagi beli ke pasar. Hemat biaya, waktu juga tenaga bukan?

Manfaat Jahe Merah

Umbi akar satu ini rupanya menyimpan sejuta manfaat bagi tubuh. Tak heran jika disukai oleh banyak orang. Berikut adalah beberapa manfaat baik jahe bagi tubuh:

  • Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
  • Menghangatkan tubuh
  • Aroma khas jahe dapat mengurangi stres
  • Menambah daya tahan tubuh
  • Memperlancar sistem peredaran darah dalam tubuh.

 

Segudang manfaat dari tanaman bernama latin Zingiber Officinale Varietas Rubrum menjadikannya banyak dicari. Hal ini karena terdapat kandungan seperti air, protein, karbohidrat, serat, mineral, vitamin dan senyawa lainnya.

Bukan hanya budidaya jahe merah yang mudah, tapi juga manfaatnya yang besar. Tersimpan aneka vitamin dan senyawa yang sangat bagus buat tubuh. Sehingga, konsumsi umbi ini menjadi kesukaan tersendiri, baik itu dalam bentuk makanan maupun minuman. Sebab rimpang bewarna merah ini dapat disajikan dalam berbagai pilihan dan rasanya enak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *