Makanan Ikan Nila Agar Cepat Besar

Nila yang dikenal dengan nama latin Oreochromis Nilocitus rupanya dapat dibudidayakan dengan mudah. Agar hasil panen bagus, makanan ikan nila tidaklah sembarang. Sebab pakan tersebut mempunyai pengaruh besar untuk ikan air tawar ini

Makanan Ikan Nila Agar Cepat Besar

Jika dilihat dari jenis makanan alami, ikan yang mempunyai nama lain Nile Tilapia ini memakan plankton, fitoplankton, tumbuhan paku air, lumut dan lainnya. Namun saat dibudidayakan, biasanya petani ikan nila menggunakan pakan khusus. Supaya ikan satu ini cepat besar dan siap panen.

Makanan Terbaik Untuk Ikan Nila Agar Cepat Besar

Berikut adalah beberapa makanan terbaik untuk budidaya ikan nila:

  • Daun talas
  • Kangkung
  • Dedak atau bekatul
  • Sisa nasi
  • Eceng gondok
  • Ampas kelapa

Daftar makanan untuk ikan nila tersebut dapat diberikan secara bergantian. Untuk dedaunan sebaiknya dipotong kecil-kecil. Tidak mahal bukan? Sehingga dapat menekan pengeluaran tanpa harus khawatir akan kualitas ikan. Sebab makanan nila tersebut tidak selalu mahal. Ada bisa diperoleh secara gratis maupun membeli di toko.

Hampir semua jenis nila makanannya sama. Biasanya, ikan yang dibudidayakan seperti nila merah, srikandi, nila gesit, nilai larasati dan lainnya. Mahalnya harga pakan atau makanan seringkali menjadi masalah dalam berternak ikan. Namun semua itu bukan lagi momok menakutkan. Sebab ada pilihan alternatif sebagai pakan nila. Seperti dedaunan yang bisa diambil di kebun.

Hal Pokok yang Harus Diperhatikan Dalam Budidaya Ikan Nila

Selain pakan, ada beberapa hal lain yang wajib diperhatikan untuk mendapatkan panen berlimpah, diantaranya:

  1. Untuk kolam ikan, jenis lahan yang bagus adalah tanah liat. Sebab tanah ini mampu menahan air dengan baik.
  2. Persiapan media yang akan dipakai. Pada lahan yang telah digali, sebaiknya didiamkan terlebih dulu kurang lebih 2 minggu. Alasannya supaya racun yang ada pada tanah hilang. Sehingga tidak membahayakan ikan.
  3. Langkah ketiga adalah pengairan kolam. Pengisian air dikerjakan dalam dua sesu. Pada proses ini pertama adalah dengan mengalirkan air setinggi 10 cm. Tunggu sampai 2-3 hari, barulah penuhi dengan air.
  4. Setelah menunggu 7 hari benih ikan siap dimasukkan. Atau saat warna air kolam kehijauan. Karena pada saat tersebut fitoplanton telah tumbuh. Pilih bibit nila berukuran 5-10 cm. Untuk rasionya 1 meter kolam untuk 10-15 benih. Tujuannya agar sewaktu memberi makanan ikan nila tidak ada yang kurang atau sebaliknya.
  5. Saat benih nila sudah masuk ke media, pemeliharaan bisa dimulai. Adalah dengan memberi makan, mengganti air, dan membuang atau mengambil ikan ketika ada yang mati.

Terakhir adalah masa panen, dimana nila siap diambil pada umur 3-5 bulan. Besar kecilnya ukuran ikan bisa disesuaikan permintaan. Sebab dalam masa panen, pertumbuhan ikan tidak selalu sama. Ada yang berukuran besar, sedang maupun kecil.

Itulah serangkaian langkah mudah budidaya ikan nila. Ternak ikan air tawar yang bisa dilakukan sebagai bisnis utama maupun sampingan sebaiknya dikerjakan secara hati-hati. Tujuannya agar mendapatkan hasil panen yang berlimpah.

Dapat disimpulkan bahwa selama masa ternak ikan banyak faktor yang harus diperhatikan. Bukan hanya makanan saja yang menjadi pokok utama. Masih ada hal-hal penting lainnya.

Makanan ikan nila bisa diperoleh secara alami maupun dari sekitar. Dedaunan seperti yang disebutkan di atas. Serta makanan yang dibeli pun harganya sangat terjangkau. Di tambah pola ternak yang bagus, maka bisa menghasilkan panen berlimpah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *