Pengertian dan Jenis Tanaman Hidroponik

Tanaman hidroponik adalah tanaman yang dibudidayakan dengan memanfaatkan air bukannya tanah seperti biasanya. Sebagai pengganti media tanah, dalam budidaya hidroponik umumnya menggunakan media rockwool, arang sekam, arang batok kelapa, serbuk kayu, batu karang, atau pecahan kerikil.

Beberapa tahun terakhir budidaya hidroponik berkembang pesat baik di Indonesia maupun dunia, karena sifatnya yang ramah lingkungan, menghasilkan tanaman yang sehat (bebas pestisida dan herbisida berbahaya), mudah dalam perawatannya, lebih cepat panen dan tidak membutuhkan lahan yang luas.

Beragam Jenis Tanaman Hidroponik

Sebenarnya semua jenis tumbuhan bisa dibudidayakan menggunakan metode hidroponik. Namun, untuk memaksimalkan hasil dan efisiensi waktu, Anda perlu mengetahui jenis dan sifat tumbuhan yang akan di tanam. Jenis tanaman yang umum ditanam menggunakan metode hidroponik adalah tanaman daun dan tanaman buah, tapi tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan pada budidaya bunga.

Tanaman hidroponik daun

Tanaman hidroponik kangkung

Tanaman yang cocok dibudidayakan secara hidroponik adalah kangkung. Pada dasarnya kangkung memang merupakan tanaman yang hidup di air, jadi menanam kangkung secara hidroponik tentunya tidak terlalu sulit. Dengan hidroponik, Anda bisa memanen kangkung antara 26 sampai 29 hari setelah semai.

Tanaman hidroponik selada

Keuntungan lain yang diperoleh dari budidaya secara hidroponik adalah tekstur dan rasa sayur yang lebih renyah dan fresh. Untuk mempercepat pertumbuhan daun bagian dalam, Anda bisa memotong daun bagian luar. Waktu panen tanaman hidroponik selada adalah 35 hari setelah semai.

Tanaman hidroponik sawi

Jenis tanaman lain yang biasa dibudidayakan secara hidroponik adalah sawi hijau. Semua sayuran berdaun hijau umumnya bisa dibudidayakan dengan metode ini. Waktu tanam yang singkat dan tak butuh perawatan rumit membuat para petani mecoba peruntungan dengan cara ini. Sayur bisa dipanen di hari ke 26. Pastikan Anda tidak memanen lebih dari hari ke-29, karena sayuran akan terasa pahit nantinya.

Tanaman hidroponik buah

Tanaman hidroponik melon

Budidaya melon atau semangka hidroponik rupanya banyak digemari oleh masyarakat. Untuk memulainya, Anda perlu menyemai biji melon dengan media hidroponik seperti rockwool. Tunggulah sampai tumbuh 4-5 helai daun. Setelah itu, barulah pindahkan semaian ke media hidroponik yang lebih besar sampai tanaman menginjak usia remaja. Apabila tanaman telah remaja, pindahkan ke media hidroponik dengan sistem Dutch Bucket. Berilah lanjaran untuk menopang pertumbuhan tanaman.

Tanaman hidroponik cabe

Cara tanam dan sistem hidroponik yang digunakan sama dengan cara menanam melon.
Tanaman cabe baik cabe besar maupun rawit sudah banyak dibudidayakan secara hidroponik. Media yang biasa digunakan untuk hidroponik buah adalah pecahan kerikil karena dapat menahan akar tanaman. Pastikan Anda memperhatikan dosis nutrisi ketika tanaman berbuah. Karena kebutuhan nutrisi ketika tanaman daun dan buah jelas berbeda.

Tanaman hidroponik tomat

Tanaman buah lainnya yang bisa dibudidayakan dengan hidroponik adalah tomat. Untuk memulainya, semailah biji tomat. Anda juga menyiapkan wadah dengan volume 5 kg yang telah diisi dengan media tanam dan pastinya telah terhubung dengan perangkat hidroponik sistem Dutch Bucket. Ketika tanaman tomat mulai dipindah ke sistem Dutch Bucket, berilah kayu atau tali sebagai penyangga. Jangan taruh kayu ketika tanaman sudah dewasa, karena dapat merusak jaringan akar tanaman. Baca juga: Ragam Tanaman Merambat untuk Atap dan Pagar Rumah

Nah, penjelasan mengenai pengertian dan jenis tanaman hidroponik bisa membuka pengetahuan Anda bahwa bercocok tanam tidak melulu menggunakan tanah. Hidroponik bisa menjadi hobi yang menguntungkan, karena apabila lahan Anda cukup luas dan berniat mengkomersilkan produksi tanaman hidroponik pastinya akan mendatangkan pundi-pundi rupiah! Sudah siapkah Anda mencoba ?